SUMENEP, Setarainfo – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, mengambil langkah strategis dalam melindungi kekayaan sejarah dan budaya daerah dengan membentuk dan melantik Tim Ahli Cagar Budaya (TACB)
Acara sakral ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongso Judo, Wabup, KH Imam Hasyim SH MH, Sekdakab, Kadisbudporapar, perwakilan Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep
Pelantikan Tim Ahli Cagar Budaya ( TABC ) dilantik langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di Pendopo Agung Keraton Sumenep selasa ( 05/05/2026)
Dalam kesempatan pelantikan, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, Sumenep adalah daerah dengan catatan sejarah yang panjang dan kaya, mulai dari masa kerajaan hingga menjadi bagian dari NKRI. Ribuan situs, bangunan, dan tradisi budaya tersimpan di sini, yang semuanya adalah identitas dan warisan tak ternilai bagi generasi kini dan mendatang.
Hari ini, kita resmi menitipkan amanah besar ini kepada Tim Ahli Cagar Budaya yang baru saja dilantik. Kalian adalah ujung tombak, garda terdepan yang akan menjaga agar jejak sejarah ini tidak hilang ditelan zaman. Saya memilih kalian bukan tanpa alasan, melainkan karena saya melihat semangat, ilmu, dan integritas yang kalian miliki,” Ujar Bupati Sumenep
Selain itu, Bupati meminta TACB mampu membangun sinergi lintas sektor agar pelestarian budaya tetap berjalan di tengah dinamika pembangunan.
“Saya berharap TACB bisa bekerja optimal, bersinergi dengan semua pihak, dan mampu menghadirkan solusi konkret agar warisan budaya kita tetap terjaga di tengah arus modernisasi,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
Kelima orang yang ditunjuk adalah sosok-sosok pilihan yang telah teruji kompetensinya, mewakili lintas disiplin ilmu yang dibutuhkan dalam pengelolaan warisan budaya terdiri dari Ibnu Hajar, M.Pd. ditunjuk sebagai Ketua, sementara posisi Sekretaris diemban oleh Mohammad Hairil Anwar, S.Pd. Adapun anggota tim terdiri dari Ja’far Shodiq, Moh. Farhan Muzammily, S.H.I, serta Faiq Nur Fikri, S.T., yang mewakili unsur budayawan, sejarawan, komunitas sejarah, hingga arsitek.
Pembentukan tim ini diharapkan dapat menjawab tantangan pelestarian yang selama ini dihadapi, seperti alih fungsi bangunan bersejarah, kurangnya dokumentasi ilmiah, dan minimnya edukasi kepada masyarakat. Ke depannya, TACB juga akan menyusun rencana kerja tahunan yang mencakup pemetaan ulang situs-situs bersejarah dan program sosialisasi ke seluruh wilayah Kabupaten Sumenep
Penulis : Dy
Editor : Mashudi
Sumber Berita: Setarainfo








