SUMENEP, Setarainfo – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep kembali menggelar Festival Jeren Serek 2026, yang masuk dalam Calendar of Event Sumenep 2026.
Acara Festival Jeren Serek berlangsung di halaman Kantor Koni, Gor A. Yani pangligur dibuka langsung Oleh Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, dihadiri Sekretaris Daerah, Kadis Budporapar Sumenep Faruk Hanafi S.Sos., M.Si., jajaran pimpinan OPD, Forkopimda, camat, serta ribuan warga dan penggemar budaya dari berbagai wilayah. Minggu ( 10/05/2026)
Festival ini menampilkan atraksi khas Sumenep, kuda-kuda berhias kain warna-warni dan ornamen tradisional, yang digerakkan dan ditarikan oleh pawang terampil mengikuti irama musik Saronen—alat musik tiup khas Madura yang menjadi jiwa pertunjukan ini.
Tahun ini, sebanyak 60 peserta dari seluruh kecamatan di daratan maupun kepulauan Sumenep tergabung dalam Paguyuban Pandige ikut ambil bagian, menampilkan keindahan gerakan kuda yang luwes dan selaras dengan irama musik .
Kepala Disbudporapar Sumenep Faruk Hanafi menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan wujud nyata upaya pelestarian identitas budaya leluhur.
“Jeren Serek adalah warisan asli nenek moyang kita, yang menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal. Festival ini kami gelar agar tradisi ini tetap hidup, dikenal, dan dicintai generasi muda, serta menjadi daya tarik wisata berbasis budaya yang mendukung ekonomi masyarakat,” kata Kadisbudporapar
Menurut Faruk, Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berkomitmen menghadirkan berbagai agenda budaya yang mampu menarik minat wisatawan untuk datang ke Kota Keris.
“Melalui Calendar of Event 2026, kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Sumenep agar semakin dikenal luas,” ujar faruk
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Moh. Zaini menekankan bahwa seni Jeren Serek merupakan simbol kebersamaan dan keharmonisan masyarakat Sumenep. Ia berharap tradisi ini tidak tergerus zaman, tetapi justru makin berkembang dan dikenal luas hingga ke luar daerah, bahkan tingkat nasional.
Ia berharap Festival Jeren Serek tidak hanya menjadi tontonan, tetapi mampu berperan penting sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Melalui festival ini, kami ingin generasi muda mengenal, memahami, dan mencintai warisan budaya sendiri. Mereka tidak hanya melihat pertunjukan indah, tapi juga belajar nilai sejarah, kearifan lokal, dan semangat kebersamaan yang terkandung di dalam tradisi Jeren Serek. Kami berharap tradisi ini tidak tergerus zaman, terus lestari, dan makin dikenal hingga ke luar daerah maupun tingkat nasional,” tegas Zaini.
Pemerintah Kabupaten Sumenep menargetkan, Festival Jeren Serek 2026 dapat memperkuat citra daerah yang kaya budaya, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memastikan tradisi leluhur terus terwariskan dengan baik melalui jalur edukasi dan pembinaan kepada generasi penerus, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal di Kabupaten Sumenep.
Penulis : Dy
Editor : Mashudi
Sumber Berita: Setarainfo








