SUMENEP, Setarainfo — Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudporapar) menggelar Turnamen Permainan Tradisional Bal Budhi Tingkat SD / MI untuk menghidupkan kembali, melestarikan, dan mengangkat martabat budaya lokal di tengah masyarakat.
Kegiatan turnamen Bal Budhi yang berlangsung mulai tanggal 24 hingga tanggal 31 Oktober 2026 dibuka secara gratis dan terbuka bagi perwakilan dari Kecamatan Talango, Kalianget, dan Kota.
Pertandingan dijadwalkan dimulai setiap hari, pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. di Lapangan Trunojoyo, Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Minggu, ( 25/10/2026 ).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah KKP dalam menghidupkan kembali tradisi lokal ini mendapat apresiasi positif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruq Hanafi, menyambut baik langkah tersebut.
Saya sangat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan KKP. Upaya ini bukan hanya menghidupkan kembali tradisi yang mulai terlupakan, tetapi juga membuktikan bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya menunggu dari pemerintah saja.
“Semoga sinergi ini terus terjalin, sehingga nilai-nilai luhur tradisi kita tetap terjaga dan terus diwariskan kepada generasi mendatang,” ungkap Faruq Hanafi.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan-kegiatan serupa dapat terus digelar dan menjadi wadah pembinaan olahraga tradisional yang berkelanjutan.
“Kita tidak hanya menggelar acara untuk seremonial semata. Yang lebih penting, bagaimana melalui event ini kita bisa membina bibit-bibit baru, melahirkan kebiasaan, dan menjaga semangat generasi muda untuk tetap mencintai warisan budayanya sendiri,” harapnya.
Sementara Ketua KPP Herli Wahyudi Menanggapi dukungan penuh Pemkab Sumenep, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan menyukseskan gelaran tersebut.
“Alhamdulillah, Pemkab Sumenep melalui Disbudporapar sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapan kami ke depan, Bal Budhi kembali digemari masyarakat luas dan terus dilestarikan oleh generasi penerus,” ungkap Herli
Herli mengatakan bahwa tujuan utama dari turnamen ini adalah untuk merawat dan mengenalkan kembali permainan tradisional yang kian tergerus oleh perkembangan zaman. Menurutnya, Bal Budhi merupakan salah satu permainan lokal Sumenep yang saat ini mulai dilupakan oleh generasi muda.
“Kami mencoba mengenalkan kembali permainan Bal Budhi agar anak-anak tidak terlalu bergantung pada gawai atau Handphone. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang positif bagi mereka untuk menyalurkan bakat dan hobi,” ujar Herli.
Herli menjelaskan, Bal Budhi merupakan permainan tradisional yang sangat sederhana dan hemat biaya. Cara memainkannya terbilang mudah, yakni menggunakan bola kasti yang dipukul langsung menggunakan tangan.
Lebih lanjut, ia berharap turnamen ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sarana penanaman karakter bagi anak-anak. Melalui permainan ini, anak-anak dapat belajar nilai-nilai kebersamaan, kerja sama tim, ketangkasan, sportivitas, kesabaran, serta mempererat tali silaturahmi.
Penulis : Ady
Editor : Mashudi
Sumber Berita: Setarainfo









