SUMENEP, Setarainfo– Kota Sumenep berubah menjadi panggung keindahan yang tak terlupakan! Sepanjang Jalan Dr. Soetomo hingga ikon bersejarah Labang Mesem Keraton Sumenep berkilauan, dipadati ribuan warga yang tak sabar menyaksikan kemegahan Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026.
Puluhan peserta tampil penuh keanggunan dengan busana yang terinspirasi dari kemegahan istana kuno. setiap kain yang terjahit menyimpan kisah, setiap ornamen yang berkilau menceritakan keagungan masa lalu.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumenep, menegaskan bahwa karnaval ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan wadah strategis untuk menjaga dan mewariskan kekayaan budaya kepada generasi mendatang.
“Madura Ethnic Carnival bukan sekadar pawai yang indah dipandang. Ia adalah ruang hidup, wadah nyata di mana kita menjaga, merawat, dan mewariskan identitas bangsa. Budaya tidak boleh hanya tersimpan di museum, harus hidup, dirayakan, dan dicintai oleh setiap generasi,” ujar Wabup.
Madura memiliki beragam kekayaan, mulai dari pakaian adat, kesenian, tradisi, hingga berbagai bentuk ekspresi budaya yang menjadi identitas masyarakat, karena melestarikan budaya membutuhkan keterlibatan semua pihak, khususnya generasi muda.
Pemerintah daerah mengapresiasi para peserta, pelaku seni, komunitas budaya, serta masyarakat yang turut berpartisipasi dengan menampilkan kreativitas budaya yang kemasannya secara menarik tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisionalnya.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi pelaku dalam menjaga dan mengembangkan budaya, dengan harapan warisan budaya kita tidak hanya menjadi sejarah, tetapi tetap hidup dan berkembang,” tandasnya.
Lebih lanjut, Wabup menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026.
“Ketika kita menghargai budaya sendiri, kita sedang membangun fondasi masa depan yang kuat. agar anak cucu kelak tetap tahu dari mana mereka berasal, dan bangga dengan warisan leluhurnya,” tambahnya.
kehadiran para raja, sultan, tokoh adat, dan ribuan warga dari berbagai daerah membuktikan bahwa budaya adalah jembatan terkuat yang menyatukan keberagaman bangsa.
Penulis : Dy
Editor : Mashudi
Sumber Berita: Setarainfo









