SUMENEP, Setarainfo – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, Menggelar kegiatan Manasik Akbar dan pelepasan simbolis jemaah Haji tahun 2026.
Acara yang berlangsung di Gedung Graha Abdi Wicaksana ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, Kepala Kementrian Haji, Forkopimda, Petugas Haji serta ribuan calon jamaah haji dari berbagai Kecamatan Kabupaten Sumenep (07/05/2026).
Kegiatan ini merupakan pembekalan terakhir bagi para jamaah sebelum berangkat menuju Tanah Suci. Total sebanyak 1.356 jamaah dari Kabupaten Sumenep akan menunaikan ibadah haji tahun ini.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim mengingatkan para jamaah untuk senantiasa menjaga kesehatan, akhlak, dan ketertiban selama di Tanah Suci.
“Jaga kesehatan dengan pola makan yang baik, istirahat cukup, dan banyak minum air putih. Patuhi semua arahan petugas dan pembimbing. Ingat, tujuan utama kita adalah beribadah, jadi hindari membawa barang-barang yang tidak perlu, termasuk rokok,” pesan KH Imam Hasyim.
Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Sumenep, Kamiluddin mengatakan, Manasik Akbar ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian penting dari rangkaian pembekalan yang sangat krusial bagi para jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh jamaah benar-benar memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji dengan baik dan benar, mulai dari niat, thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga seluruh rangkaian ibadah lainnya. Sehingga saat berada di Mekkah dan Madinah nanti, mereka bisa menjalankan ibadah dengan lancar, tertib, dan tentu saja dengan hati yang khusyuk,” ungkap Kamiluddin dalam laporannya.
Menurutnya, kesiapan jamaah tidak hanya dilihat dari sisi fisik semata, tetapi juga mental dan spiritual yang kuat. Haji adalah ibadah yang membutuhkan ketahanan fisik yang prima, namun lebih dari itu, kesiapan mental dan spiritual juga sangat menentukan.
“Karena itu, pemerintah daerah hadir memberikan dukungan penuh, baik melalui pembinaan maupun fasilitas, agar jamaah merasa lebih siap, tenang, dan percaya diri sebelum keberangkatan,” tambahnya.
Dari total 1.356 jamaah haji, sebanyak 1.348 merupakan jamaah reguler, enam orang Petugas Haji Daerah (PHD), dan dua orang PIH KBIHU. Jamaah terdiri atas 651 laki-laki dan 705 perempuan.
Para jamaah akan diberangkatkan melalui beberapa kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 68, 71, 72, 76, 77, 78, 79, dan 81 Embarkasi Surabaya.
“Rinciannya, Kloter 68 sebanyak dua orang, Kloter 71 dua orang, Kloter 72 dua orang, Kloter 76 dua orang, Kloter 77 sebanyak 375 orang, Kloter 78 sebanyak 376 orang, Kloter 79 sebanyak 376 orang, dan Kloter 81 sebanyak 221 orang,” tambah Kamiludin.
Kamiludin juga menekankan pentingnya kelancaran prosesi keberangkatan. kami memohon kerjasama dari seluruh keluarga dan pengantar jamaah, agar saat prosesi pengumpulan di Stadion Ahmad Yani nanti, setiap jamaah hanya didampingi maksimal 1 orang pengantar.
“Hal ini kami lakukan untuk menghindari kepadatan kendaraan dan kerumunan yang bisa mengganggu kelancaran proses pemberangkatan,” tegasnya.
“Pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk kenyamanan dan keamanan jamaah, mulai dari armada transportasi yang layak, tenaga kesehatan yang ditempatkan di setiap bus, hingga ambulans pendamping yang siap siaga selama perjalanan. Kami berharap semua ini bisa membuat jamaah merasa aman dan nyaman selama menunaikan ibadah haji,” tutup Kamiluddin.
Penulis : Dy
Editor : Mashudi
Sumber Berita: Setarainfo








