Pergantian Pejabat Berulang, Pengamat Soroti Gejala Patologi Birokrasi di Lhokseumawe

- Redaksi

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe, Setarainfo — Dinamika pemerintahan di Lhokseumawe kembali menuai sorotan. Pergantian pejabat yang terus berlangsung dinilai belum mampu menjawab persoalan mendasar dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Pengamat kebijakan publik, Sofyan S.Sos, menilai arah kebijakan yang dijalankan Wali Kota Sayuti Abubakar cenderung menitikberatkan pada pendekatan legal-formal. Setiap langkah dinilai memiliki dasar hukum yang kuat, namun berpotensi mengabaikan aspek kebermanfaatan dan efektivitas kebijakan.

“Secara normatif tidak salah, tetapi ketika hukum menjadi satu-satunya kacamata, kebijakan bisa menjadi kaku dan reaktif,” ujarnya.

Dalam perspektif Administrasi Publik, kondisi tersebut mengarah pada gejala patologi birokrasi, yakni pola sistemik yang ditandai dengan formalisme berlebihan, respons cepat tanpa penyelesaian akar masalah, serta kecenderungan personalisasi dalam pengambilan keputusan.

Baca Juga:  Terobosan Koridor Trans Jakarta ke Bandara Soetta, Hima Persis: Akses Publik Makin Terjangkau

Ia menilai pergantian pejabat, termasuk di sektor strategis, tidak selalu menjadi solusi. Pasalnya, persoalan yang sama berpotensi terus berulang jika tidak diiringi dengan pembenahan sistem secara menyeluruh.

Sejumlah indikator turut memperkuat penilaian tersebut. Di antaranya keterlambatan pembayaran gaji ASN, kekosongan jabatan strategis seperti Direktur PDAM, belum terisinya sejumlah posisi Kepala OPD, hingga ketidakpastian status tenaga PPPK.

Selain itu, pergeseran anggaran penanggulangan bencana serta pergantian komisaris di PT RS Arun Medical yang dinilai tidak konsisten juga menjadi perhatian.

Menurut Sofyan, kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak lagi sekadar terkait individu, melainkan menyangkut sistem pemerintahan yang belum berjalan optimal.

Dalam konsep Kaizen, setiap persoalan seharusnya menjadi momentum untuk melakukan pembenahan berkelanjutan. Namun yang terjadi justru sebaliknya, di mana masalah ditangani secara cepat tetapi kembali berulang dalam pola yang sama.

Baca Juga:  Wali Santri Apresiasi Program Balik Pesantren 2026 Gratis Pemkab Sumenep

Dampaknya, lanjut dia, mulai terasa pada stabilitas organisasi dan kinerja aparatur. ASN bekerja dalam situasi yang tidak pasti, sementara arah pembangunan berisiko kehilangan konsistensi implementasi.

Sofyan menegaskan, pemerintah daerah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem tata kelola yang berjalan saat ini.

“Pemerintahan tidak cukup hanya berjalan sesuai hukum, tetapi juga harus mampu membangun sistem yang kuat dan berkelanjutan. Ukurannya bukan pada seberapa sering pejabat diganti, melainkan seberapa serius sistem diperbaiki,” tegasnya.

Penulis : Lepinus

Editor : S. Hadi

Sumber Berita: Setarainfo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel setara.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reklamasi Diduga Tanpa Izin di Tanjung Uma, PT Seraya Nusa Permai Jadi Sorotan
Berani! Kejati Jatim Telusuri Aliran Dana BSPS, Dugaan Keterlibatan Oknum Tipidkor Polres Sumenep Kian Kuat
Bupati Sumenep Dianugerahi Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen di FTBIN 2026
Hadir di Tengah Masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Torbang Bantu Petani Panen Jagung
Polda Kalteng: Stok BBM di Palangka Raya Aman, Masyarakat Dihimbau Tak Lakukan Panic Buying
Peringati Hardiknas, Disdik Sumenep Bawa Misi Wujudkan SPMB Berintegritas
Pemkab Sumenep Gelar Manasik Haji dan Pelepasan Simbolis
Hardiknas 2026: BPRS Bhakti Sumekar Perluas Akses Keuangan Syariah di Lingkungan Sekolah

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 04:14 WIB

Reklamasi Diduga Tanpa Izin di Tanjung Uma, PT Seraya Nusa Permai Jadi Sorotan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:51 WIB

Berani! Kejati Jatim Telusuri Aliran Dana BSPS, Dugaan Keterlibatan Oknum Tipidkor Polres Sumenep Kian Kuat

Senin, 25 Mei 2026 - 10:46 WIB

Bupati Sumenep Dianugerahi Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen di FTBIN 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:30 WIB

Hadir di Tengah Masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Torbang Bantu Petani Panen Jagung

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:08 WIB

Polda Kalteng: Stok BBM di Palangka Raya Aman, Masyarakat Dihimbau Tak Lakukan Panic Buying

Berita Terbaru