SUMENEP, SetaraInfo – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, saat ini menghadapi kendala besar dalam memenuhi kebutuhan 280 kepala Sekolah Dasar (SD) definitif. Kesulitan ini utamanya disebabkan oleh sangat minimnya minat guru untuk mengikuti seleksi jabatan kepala sekolah.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik ) Sumenep akan membuka seleksi, sekolah yang belum memiliki kepala definitif.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik ) Sumenep, Mohammad Iksan, menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya memaksimalkan penjaringan calon.
“Kami sudah menyebar undangan kepada sekitar 1.300 guru yang memenuhi syarat, baik yang berstatus PNS maupun PPPK, untuk ikut seleksi. Namun sayangnya, jumlah yang berminat mendaftar masih 247 jauh dari yang diharapkan,” ungkap Iksan, Rabu (01/07/2026).
Menurut Iksan, keraguan guru muncul karena ketimpangan antara beban kerja dan dukungan yang diterima belum sebanding dengan resiko dan tugas yang dipikul.
“Tanggung jawab kepala sekolah saat ini sangat berat, mulai dari mengelola administrasi, keuangan negara, membina guru dan staf, hingga menjamin mutu pembelajaran,”jelasnya.
Akibatnya, hingga kini masih ada kekurangan sekitar 280 kepala SD definitif, dan sebagian besar sekolah masih dipimpin oleh Plh. Hal ini tentu menyulitkan kami menyusun program pendidikan jangka panjang.
Pihaknya berharap perbaikan kebijakan dan dukungan yang lebih memadai dapat menarik minat guru, sehingga seluruh 280 jabatan kepala SD dapat terisi.
Kekosongan jabatan ini dikhawatirkan berdampak langsung pada penurunan mutu pendidikan dan stabilitas operasional sekolah di wilayah kepulauan maupun daratan Sumenep.
Penulis : Dy
Editor : Mashudi
Sumber Berita: Setarainfo









