Komisi IV Desak Pemkab Sumenep Aktifkan Satgas Pengawasan Program MBG

- Editorial Team

Rabu, 11 Maret 2026 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Mulyadi. ©setara.info/ist

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Mulyadi. ©setara.info/ist

Sumenep, SetaraInfo – Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat segera mengaktifkan satuan tugas (Satgas) untuk mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada 2026, anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp335 triliun.

Dengan anggaran yang sangat besar tersebut, program MBG diharapkan mampu berkontribusi dalam mencetak generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. Namun, implementasinya di lapangan dinilai belum berjalan sepenuhnya sesuai rencana.

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, menegaskan pentingnya maksimalisasi Satgas sebagai instrumen pengawasan pelaksanaan MBG di daerah.

Baca Juga:  Panglima TNI: Filipina Janji Bebaskan Lima WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Menurutnya, keberadaan Satgas diperlukan agar pemerintah daerah dapat menjalankan amanat regulasi yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG, khususnya pada Pasal 42 juncto Pasal 43 serta Pasal 56 juncto Pasal 57 yang mengatur mengenai pengawasan.

“Satgas itu penting untuk mengawasi lebih detail terkait dengan masalah menu hingga limbah yang dihasilkan dapur SPPG, biar tidak terjadi seperti kemarin yang rame itu soal limbah MBG,” ujarnya saat dimintai komentar.

Ia menambahkan, meskipun program MBG bersumber dari APBN, Pemkab Sumenep tidak seharusnya lepas tangan. Pasalnya, penerima manfaat program tersebut adalah generasi muda daerah yang perlu mendapatkan perlindungan serta pemenuhan gizi yang layak.

Baca Juga:  Oknum Brimob Aniaya Bocah hingga Tewas, Ini Sikap Lentera Bhakti

Namun demikian, Mulyadi mengaku hingga saat ini belum ada pembahasan yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) maupun SPPI terkait pelibatan pemerintah daerah dalam proses pengawasan program MBG.

“Tapi kita tetap harus mengambil inisiatif. Memang ini program APBN, tapi ini juga besar anggarannya, perlu kita juga awasi,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Agus Dwi Saputra, mengatakan pihaknya belum mengambil langkah terkait pembentukan Satgas MBG karena masih menunggu koordinasi dengan BGN sebagai lembaga yang menangani program tersebut.

“Kalau MBG ini mungkin kewenangannya masih perlu dikoordinasikan untuk di daerah,” kata Agus saat diwawancarai.

Saat disinggung mengenai regulasi yang mengatur peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan MBG, Agus mengaku belum mempelajari secara mendalam aturan tersebut, mengingat dirinya baru saja dilantik sebagai Sekda.

Baca Juga:  Diduga Korupsi DD 2023 Kades Pragaan Daya IM Resmi Ditahan Kejari Sumenep

“Mohon izin saya baru dilantik, minimal nanti saya pelajari dulu lah biar tidak salah langkah,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Hadi

Editor : Mashudi

Sumber Berita: setara.info

Follow WhatsApp Channel setara.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rodiah S.P. Turun Langsung ke Pasir Batang, Ngobrol Santai dengan Warga RT 17 RW 05
Wabup KH. Imam Hasyim Pimpin Peringatan Hari Santri, Sampaikan Salam dan Maaf dari Bupati
HUT ke-2 Taruna Muda Pamolokan, Rokat Kampong Perkuat Tradisi dan Santuni Puluhan Anak Yatim
Disdik Sumenep Perkuat Empat Kompetensi Utama Guru di Wilayah Kepulauan
Kolaborasi Tiga Organisasi Sumenep 6 JSI, 3 AJS, 1 PWRI: Kompak Raih Predikat Kompeten
Komunikasi Krisis Jadi Fokus Utama, FIKOM Unitomo Berkolaborasi dengan PERHUMAS
Lapas Cipinang Kembangkan Budaya Berbagi Ilmu melalui PKBM Warga Mandiri
Dana Revitalisasi SDN Paku Haji 1 Dipertanyakan: Swakelola Berubah Jadi Proyek Pihak Ketiga?

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Rodiah S.P. Turun Langsung ke Pasir Batang, Ngobrol Santai dengan Warga RT 17 RW 05

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Wabup KH. Imam Hasyim Pimpin Peringatan Hari Santri, Sampaikan Salam dan Maaf dari Bupati

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:18 WIB

HUT ke-2 Taruna Muda Pamolokan, Rokat Kampong Perkuat Tradisi dan Santuni Puluhan Anak Yatim

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Disdik Sumenep Perkuat Empat Kompetensi Utama Guru di Wilayah Kepulauan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:31 WIB

Kolaborasi Tiga Organisasi Sumenep 6 JSI, 3 AJS, 1 PWRI: Kompak Raih Predikat Kompeten

Berita Terbaru