SUMENEP, SetaraInfo — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan peta jalan (roadmap) percepatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep yang ditargetkan menjadi landasan kuat bagi pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Langkah ini diambil sebagai upaya menyusun strategi pembangunan yang lebih terarah, terukur, dan berfokus pada potensi unggulan daerah guna mendongkrak laju ekonomi yang lebih inklusif dan merata hingga ke wilayah kepulauan.
Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si.,menyampaikan bahwa penyusunan roadmap ini akan memprioritaskan identifikasi dan penguatan sektor-sektor penggerak utama ekonomi yang memiliki daya ungkit besar bagi perekonomian daerah.
“Kami tidak berjalan tanpa arah. Roadmap ini menjadi panduan agar setiap kebijakan dan program pembangunan tepat sasaran, terutama pada sektor-sektor unggulan yang mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong perputaran ekonomi secara signifikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Sumenep memiliki beragam potensi ekonomi yang dapat dikembangkan. Di antaranya pertanian, perikanan, peternakan, garam, perkebunan, pariwisata bahari dan budaya, ekonomi kreatif, UMKM, perdagangan, jasa, hingga sektor minyak dan gas bumi.
Namun, karakteristik Sumenep sebagai daerah kepulauan juga menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, diperlukan pemetaan secara komprehensif untuk menentukan sektor yang benar-benar memiliki kapasitas menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
“kita tidak ingin lagi hanya berbicara potensi. kita harus bergerak dari potential menjadi action,”tegasnya
Dalam penyusunan roadmap, setidaknya terdapat lima aspek yang menjadi perhatian Bappeda.
Pertama, menentukan sektor prioritas sekaligus economic driver Kabupaten Sumenep.
Kedua memperkuat hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk daerah.
Ketiga memperkuat UMKM dan pelaku usaha lokal.
Selain menyusun program jangka menengah dan panjang, Bappeda juga mendorong adanya program quick Wins yang dapat memberikan manfaat relatif singkat.
Ia berharap FGD tidak hanya menjadi forum pemaparan materi, tetapi menjadi ruang bersama untuk bertukar data,
“Keberhasilan percepatan ekonomi Kabupaten Sumenep tidak ditentukan oleh satu OPD, tetapi oleh sinergi seluruh kekuatan yang kita miliki,”pungkasnya
Penulis : Dy
Editor : Mashudi
Sumber Berita: Setarainfo









