SUMENEP, SetaraInfo– Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengatasi tantangan penolakan imunisasi yang masih menjadi kendala utama di lapangan.
Langkah ini diambil menyusul belum meratanya cakupan imunisasi di sejumlah wilayah dan munculnya kembali kasus penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi, seperti campak, pada tahun lalu.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep drg. Ellya Fardasah, M.Kes, menyampaikan bahwa rendahnya tingkat penerimaan masyarakat terhadap program imunisasi disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari beredarnya informasi keliru atau hoaks, kurangnya pemahaman mengenai manfaat vaksin, hingga kekhawatiran yang tidak berdasar dari orang tua. Kondisi ini dinilai berisiko menimbulkan wabah penyakit dan mengancam kesehatan anak-anak di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Masalah ini tidak bisa diselesaikan sendirian oleh pihak kesehatan. Kami butuh dukungan semua elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, pendidik, hingga kader kesehatan, untuk bersama-sama meluruskan pemahaman dan mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat,” ujarnya Senin (25/05/2026) di ruang kerjanya
Selain itu, Dinkes P2KB juga akan menerapkan strategi pelayanan “jemput bola”. Tim kesehatan akan turun langsung ke rumah-rumah warga, terutama di wilayah yang cakupan imunisasinya masih rendah, untuk memberikan pelayanan dan melakukan imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap.
Peningkatan sistem pencatatan dan pelaporan data juga menjadi fokus utama, agar setiap anak yang tertinggal atau belum terimunisasi dapat teridentifikasi dengan cepat dan ditindaklanjuti secara tepat sasaran.
Tujuan utama dari sinergi lintas sektor ini adalah meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap hingga mencapai target yang ditetapkan, mencegah terjadinya wabah penyakit berulang, serta menjamin setiap anak di Kabupaten Sumenep mendapatkan perlindungan maksimal dari penyakit berbahaya yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Komitmen ini ditegaskan akan berjalan secara berkelanjutan, tidak hanya saat ada kejadian luar biasa, melainkan sebagai upaya rutin menjamin kesehatan dan kesejahteraan generasi penerus di Bumi Sumekar.
Penulis : Ady
Editor : Mashudi
Sumber Berita: Setarainfo









