SUMENEP,SetaraInfo– Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, menggelar kegiatan penguatan pelayanan kesehatan melalui integrasi layanan primer di seluruh Puskesmas wilayah setempat.
Acara ini dihadiri secara langsung oleh seluruh Kepala Puskesmas (Kapus) se-Kabupaten Sumenep, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Malik Afif. bertempat di Hotel De Bahgraf, 26 Mei 2026 lalu.
Langkah ini diambil guna menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pelayanan yang lebih mudah, lengkap, dan efisien. Sebelumnya, beberapa jenis pelayanan berjalan terpisah yang terkadang mengharuskan warga mendaftar ulang atau berpindah ruangan berkali-kali hanya untuk keperluan kesehatan yang berbeda.
“Dengan ILP, kami ingin mengubah wajah pelayanan kesehatan dasar di Sumenep agar jauh lebih baik, lebih lengkap, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,”jelas Kepala Dinkes P2KB Sumenep Elliyah Fardasah, kepada media ini Rabu (08/07/2026)
Tujuannya sangat jelas, mempermudah akses, memangkas biaya dan waktu yang terbuang, meningkatkan kualitas serta kesinambungan pelayanan, sekaligus memastikan bahwa setiap warga yang datang ke Puskesmas mendapatkan pemeriksaan yang menyeluruh, tuntas, dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan kesehatan secara utuh.
Kami berharap, dengan dukungan penuh seluruh Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan, ILP dapat berjalan efektif di seluruh wilayah, sehingga derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Sumenep semakin meningkat dari tahun ke tahun,” tegas Elliyah
Pihak Dinkes P2KB Sumenep juga menegaskan hal penting bagi masyarakat, seluruh jenis pelayanan kesehatan yang ada dalam program ILP ini diberikan secara GRATIS tanpa dipungut biaya apapun. Syaratnya pun sangat mudah, warga hanya perlu datang dan cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja untuk mendapatkan pelayanan yang lengkap di Puskesmas terdekat.
“Masyarakat tidak perlu selalu datang ke puskesmas induk untuk berobat. Pemeriksaan kesehatan sudah bisa diakses di tingkat dusun dengan tenaga kesehatan profesional,”pungkasnya.
Penulis : Dy
Editor : Anton
Sumber Berita: Setarainfo









