SUMENEP, SetaraInfo – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, kembali mengeluarkan imbauan penting Menjelang dan memasuki musim tanam tembakau tahun 2026.
Kepala Dinas DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, secara langsung menegaskan bahwa mutu dan kualitas tembakau harus dijaga dimulai sejak tahap persiapan lahan dan penanaman, tidak boleh baru diperhatikan saat panen atau pasca panen saja.
Kualitas tembakau tidak bisa dibuat atau diperbaiki mendadak saat daun sudah siap dipetik, semuanya terbentuk sejak awal musim tanam.
“Mulai dari benih yang dipilih, cara mengolah tanah, takaran pupuk, pengairan, hingga pengendalian hama semuanya saling berkaitan dan menentukan hasil akhir,” ujar Chainur Rasyid Jumat ( 26/06/2026)
Ia menambahkan, nama besar tembakau Sumenep yang dikenal memiliki aroma dan rasa khas, serta diminati pasar lokal maupun luar negeri, adalah aset bersama yang harus dijaga ketat. Jika kelalaian terjadi di tahap awal pertumbuhan, ciri khas tersebut bisa hilang dan nilai jualnya pun turun drastis.
“Memasuki musim tanam 2026 ini, kami minta seluruh kelompok tani bekerja sama dengan penyuluh. Gunakan benih unggul bersertifikat, berikan pupuk sesuai anjuran teknis saja, jangan berlebihan karena bisa mengubah rasa khasnya,” tegasnya
Menurut Chainur, DKPP Sumenep telah menyiapkan tim pendamping yang siap turun ke lapangan di setiap kecamatan dan desa tembakau. Tujuannya agar petani tidak bekerja sendiri, melainkan mendapatkan panduan teknis yang tepat demi hasil panen terbaik tahun ini.
“Jika mutu terjaga dari awal sampai akhir, maka tembakau Madura khusunya Sumenep tetap berkelas, dan yang paling penting harga yang diterima petani akan jauh lebih layak dan menguntungkan,” tambahnya.
Pihak dinas juga mengingatkan bahwa standar mutu pasar semakin ketat, termasuk untuk kebutuhan ekspor.
Penulis : Ady
Editor : Mashudi
Sumber Berita: Setarainfo









