SetaraInfo – Sektor layanan kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, pada tahun 2025 lalu, menjadi penyumbang terbesar pendapatan asli daerah (PAD) melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Berdasarkan data Bapenda Kabupaten Sumenep, mencatat retribusi dari RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mencapai Rp123 miliar. Sementara Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep melalui Puskesmas dan laboratorium, menyumbang Rp114,22 miliar.
Adapun jumlah retribusi atau pendapatan di sektor layanan kesehatan tersebut, ialah mencapai senilai Rp237 miliar, dari total keseluruhan retribusi daerah Pemkab Sumenep, sebesar Rp247,78 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyanti, M.Kes., menyebut bahaa realisasi retribusi atau pendapatan pada tahun 2025 tersebut sangat melampaui target awal.
“Alhamdulillah, yang pasti untuk tahun 2025 retribusi kami sudah lebih dari target, realisasinya di atas 100 persen,” ungkapnya, pada Kamis (12/2/2026), saat ditemui awak media.
Ia pun berharap, retribusi di tahun 2026 sesuai target yang telah ditetapkan guna memaksimalkan pelayanan kesehatan. “Doakan RSUD tetap Bismillah Melayani dan pendapatan selalu meningkat untuk tahun ke tahun,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., menjelaskan bahwa capaian melalui Puskesmas tidak lepas dari program Universal Health Coverage (UHC) serta peningkatan layanan kesehatan.
Ia menyebut, pemenuhan dokter spesialis dan kerja sama BPJS Kesehatan juga mendorong peningkatan pendapatan RSUD Abuya Kangean. “Retribusi pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam struktur PAD Sumenep,” katanya dalam keterangan tertulis.
Selain layanan medis, sambung Ellya, laboratorium daerah juga memberi kontribusi melalui pemeriksaan narkoba dan layanan kesehatan jamaah haji, sehingga PAD 2025 naik signifikan 25 persen dari target awal yang ditentutkan.
Untuk diketahui, retrebusi BLUD menjadi tulang punggung tercapai target tersebut. Tercatat dari total PAD Sumenep Rp382,79 miliar, hampir separuh bersumber dari retribusi layanan kesehatan.
Penulis : Habi JR
Editor : Hakim Amrullah
Sumber Berita: SetaraInfo










