Inisiator KEK Tembakau Madura, Haji. Her Jalani Pemeriksaan KPK

- Editorial Team

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Setarainfo– Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026.

Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya KEK tembakau madura.

Haji Her merupakan salah satu tokoh kunci di balik inisiatif pembentukan KEK Tembakau Madura. Ia dikenal sebagai pengusaha rokok lokal sekaligus sponsor utama berbagai kegiatan yang mendukung perencanaan kawasan tersebut, mulai dari safari ke tokoh agama dan masyarakat hingga penyelenggaraan seminar nasional.

Menurut Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, Subairi Muzzaki selama ini Madura memiliki kontribusi besar dalam industri tembakau nasional. Namun nilai tambah ekonomi yang dinikmati masyarakat masih terbatas.

Baca Juga:  Minim Peminat, Disdik Sumenep Kesulitan Isi 280 Kepsek Definitif

“Selama puluhan tahun Madura menjadi salah satu sentra utama produksi tembakau nasional. Namun, nilai tambah industrinya banyak dinikmati di luar Madura. Melalui KEK Tembakau Madura, kami ingin membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi sehingga petani, pelaku usaha lokal, dan masyarakat Madura memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya kepada Tempo. (11/03/26).

Sebagai Sultan Madura dalam bidang tembakau dan rokok lokal, Haji Her diketahui merupakan salah satu sponsor utama dalam perencanaan KEK Tembakau Madura.

Owner Bawang Mas Group tersebut dinilai krusial sebagai penyandang dan penggerak seluruh proses kegiatan berhubungan dengan KEK Tembakau Madura. Sehingga, dirinya yang tiba-tiba menjadi terperiksa KPK bisa saja berkaitan.

Baca Juga:  Harumkan Kabupaten Sumenep, Aurel Bawa Pulang Juara II untuk Polres Sumenep

Bukan tanpa sebab, sekitar Rp230 triliun pendapatan negara dari Cukai Hasil Tembakau (CHT), Jawa Timur, khususnya Madura, menjadi penyumbang terbesar yakni 60% atau sekitar Rp127 triliun.

Dari kontribusi sebesar itu, kembalinya ke masyarakat Madura dianggap masih jauh panggang dari api. Malahan ‘Gajah-Gajah’ produsen hasil tembakau yang menangguk keuntungan besar, tembakau petani dilabeli harga sekehendaknya.

Melihat ketimpangan itulah, Haji Her hadir dengan satu tujuan, petani tembakau dan pengusaha rokok lokal harus juga mendapatkan keamanan, kenyamanan dalam bekerja sehingga kesejahteraan masyarakat Pulau Madura dapat meningkat.

Oleh sebab itu dapat kiranya diduga bahwa, perencanaan KEK Tembakau Madura, dengan kehadiran sosok Haji Her di dalamnya , mungkin dianggap bisa mengganggu stabilitas permainan tembakau yang selama ini dikendalikan mereka, raksasa pabrikan rokok besar.

Baca Juga:  Peningkatan Gizi Siswa, SPPG Malang Salurkan Makan Bergizi Gratis di Putukrejo Untuk 1.898 Penerima Manfaat

Dikarenakan menurut sumber internal orang dekat pada lingkaran pucuk pimpinan Bawang Mas Group yang meminta tak disebutkan namanya, diperiksanya Haji Her oleh KPK terasa janggal.

Kalau mau dikaitkan dengan kasus Pejabat Dirjen Bea Cukai yang tertangkap juga lucu. Sebab beliau sama sekali tidak kenal, termasuk dengan pihak Blueray Cargo,” ungkapnya kala ditemui di kediamannya. Senin (13/04/26).

Namun, kaitan antara pemeriksaan KPK terhadap Haji Her dengan kegetolan mendorong KEK Tembakau Madura, kembali lagi hanya merupakan dugaan. Sebab sudah menjadi rahasia umum jika komisi anti rasuah Indonesia tersebut, diduga acapkali digunakan untuk kepentingan yang memiliki kuasa.

 

Facebook Comments Box

Penulis : Dy

Editor : Mashudi

Sumber Berita: Setarainfo

Follow WhatsApp Channel setara.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Omong Kosong, Bupati Cak Fauzi Wujudkan “Jalan Glowing” Arjasa–Kangayan
Minim Peminat, Disdik Sumenep Kesulitan Isi 280 Kepsek Definitif
Bupati Sumenep Cak Fauzi Lepas Langsung Pawai Obor Peringati 1 Muharram 1448 H
Di Pendopo Kraton Agung, Bupati Fauzi: Sensus Ekonomi 2026 Kunci Pembangunan Tepat Sasaran
Hadapi Musim Tanam 2026, DKPP Sumenep Ingatkan Pentingnya Mutu Sejak Dini
Reklamasi Diduga Tanpa Izin di Tanjung Uma, PT Seraya Nusa Permai Jadi Sorotan
Berani! Kejati Jatim Telusuri Aliran Dana BSPS, Dugaan Keterlibatan Oknum Tipidkor Polres Sumenep Kian Kuat
Bupati Sumenep Dianugerahi Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen di FTBIN 2026

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:07 WIB

Bukan Omong Kosong, Bupati Cak Fauzi Wujudkan “Jalan Glowing” Arjasa–Kangayan

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:56 WIB

Minim Peminat, Disdik Sumenep Kesulitan Isi 280 Kepsek Definitif

Senin, 29 Juni 2026 - 16:16 WIB

Bupati Sumenep Cak Fauzi Lepas Langsung Pawai Obor Peringati 1 Muharram 1448 H

Senin, 29 Juni 2026 - 09:50 WIB

Di Pendopo Kraton Agung, Bupati Fauzi: Sensus Ekonomi 2026 Kunci Pembangunan Tepat Sasaran

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:03 WIB

Hadapi Musim Tanam 2026, DKPP Sumenep Ingatkan Pentingnya Mutu Sejak Dini

Berita Terbaru