SUMENEP, Setarainfo — Upaya pencegahan anemia remaja terus digencarkan Dinkes-P2KB Sumenep. Kali ini, program Gerakan Bebas Anemia (GEBASMIA) digelar di SMP Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, pada Senin (21/09/2026).
Kegiatan ini menyasar 50 siswa dan siswi, serta dihadiri langsung oleh Tim Promosi Kesehatan Dinkes-P2KB Kabupaten Sumenep bersama Tim PKK Pokja 4 Kabupaten Sumenep.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemeriksaan kesehatan, penyuluhan pentingnya gizi seimbang, serta edukasi pencegahan anemia sejak dini.
Upaya ini menjadi prioritas untuk menjamin generasi muda tumbuh sehat, cerdas, dan tangguh.
Kepala Dinkes-P2KB Kabupaten Sumenep drg. Ellya Fardasah menegaskan, anemia pada remaja bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan investasi masa depan daerah.
Anemia dapat menurunkan daya tahan tubuh, mengganggu konsentrasi belajar, serta menghambat pertumbuhan dan perkembangan remaja.
“Melalui GEBASMIA, kami tidak hanya memberikan penanganan, tetapi juga membangun kesadaran dari rumah, sekolah, hingga lingkungan masyarakat dan pola hidup sehat,” ungkapnya.
Menurut Ellya, GEBASMIA tidak sekadar mendorong remaja untuk mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), tetapi juga membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan zat besi.
“Pencegahan anemia perlu dilakukan sejak remaja. Mereka perlu mengetahui pentingnya menjaga kadar hemoglobin dan memenuhi kebutuhan zat besi bagi tubuh,” ujar Ellya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen menurunkan angka anemia remaja secara bertahap, demi mewujudkan generasi Sumenep yang sehat, kuat, dan berkualitas.
Penulis : Dy
Editor : Mashudi
Sumber Berita: Setarainfo









