SUMENEP, SetaraInfo – Sejumlah pengunjung tempat hiburan malam dan kafe di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, mengeluhkan tingginya tarif layanan pendamping atau yang kerap disebut LC (Ladies Companion).
Menurut para pengunjung hiburan malam di Kabupaten Sumenep harga yang dibanderol saat ini dinilai terlalu mahal dan tidak sebanding dengan fasilitas maupun pelayanan yang diterima.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan keluhan yang beredar di kalangan pengunjung, harga layanan LC di kafe-kafe Sumenep saat ini berkisar antara Rp200.000 hingga Rp250.000 per jam. Angka ini terasa sangat tinggi jika dibandingkan dengan tarif di daerah lain yang rata-rata masih berada di kisaran Rp80.000 hingga Rp120.000 per jam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rasanya tidak sebanding. Harganya mahal sekali, tapi pelayanannya biasa saja, fasilitas di kafenya pun standar, tidak ada yang istimewa. Kalau harganya setinggi itu, kami berharap ada nilai lebih yang kami dapatkan, tapi sampai sekarang belum terasa,” ungkap salah satu pengunjung yang enggan disebutkan namanya, Senin (25/05/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan pengunjung lain. Banyak yang menilai kenaikan harga yang terjadi belakangan ini dilakukan secara sepihak oleh pengelola tanpa pemberitahuan sebelumnya maupun alasan yang jelas. Akibatnya, banyak pelanggan lama yang mulai berpikir dua kali untuk kembali berkunjung.
“Saya sudah langganan lama, tapi belakangan ini harganya naik terus tanpa kabar. Akhirnya saya dan teman-teman lebih memilih cari tempat lain yang harganya lebih masuk akal dan pelayanannya sama baiknya,” tambahnya.
Isu ini kini semakin ramai dibahas di media sosial dan di warung kopi penggemar hiburan malam. Banyak yang berharap ada evaluasi menyeluruh dari pengusaha hiburan atau kesepakatan bersama untuk menetapkan standar harga yang wajar dan transparan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda penurunan harga dari pihak pengelola kafe Sumenep. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri di tengah ketatnya pengawasan pemerintah daerah terhadap keberadaan tempat hiburan malam di Sumenep.
Penulis : Ady
Editor : Mashudi
Sumber Berita: Setarainfo









