SUMENEP, Setarainfo – Pemerintah Kabupaten Sumene, Madura Jawa Timur, terus melangkah maju dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan akuntabel. Salah satu langkah strategis yang dijalankan adalah memperkuat implementasi program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), sebuah inovasi yang menjadikan data sebagai landasan utama dalam menentukan arah, prioritas, dan keberhasilan pembangunan di tingkat desa.
Dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, program ini hadir bukan sekadar sebagai inovasi, tetapi sebagai langkah visioner untuk memastikan pembangunan desa berjalan tepat sasaran.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa data yang akurat dan mutakhir adalah kompas yang menentukan keberhasilan setiap kebijakan yang dijalankan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pembangunan tanpa data ibarat berjalan dalam gelap. Kita tidak tahu ke mana arah yang dituju, tidak tahu apakah langkah yang diambil sudah benar, dan tidak bisa mengukur sejauh mana kita telah melangkah. Sebaliknya, dengan data yang kuat, kita bisa melihat kondisi riil masyarakat, merumuskan solusi yang tepat, dan memastikan setiap rupiah anggaran digunakan untuk hal yang benar-benar dibutuhkan,” tegasnya Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Rabu (29/04/2026)
Program ini dihadirkan untuk menjawab permasalahan yang selama ini dihadapi banyak desa, di mana pengelolaan data masih seringkali terbatas—baik karena keterbatasan kemampuan sumber daya manusia maupun belum adanya sistem pencatatan yang terstruktur.
Menurut Bupati Cak Fauzi, Desa Cantik bukan sekadar program administratif, melainkan upaya strategis untuk membangun ekosistem informasi yang kuat di tingkat desa.
“Data bukan lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan aset berharga yang menjadi dasar pengambilan keputusan, baik oleh pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten,” tambahnya.
Untuk mewujudkan Desa Cantik lahir dari sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS), Bappeda, Disdukcapil, Diskominfo, DPMD dan instansi terkait lainnya dalam kolaborasi lintas sektor. Kerjasama ini bertujuan agar data yang dihasilkan terintegrasi, memiliki standar yang seragam, dan mudah diakses untuk berbagai keperluan perencanaan pembangunan.
Pada tahap awal 2026 program Desa Cantik 2026 menyasar tiga desa sebagai proyek percontohan, yakni Desa Ketawang Karay, Bata’al Timur, dan Billapora Barat.
Ketiga desa ini akan mendapatkan pendampingan teknis intensif, pelatihan pengelolaan data dan informasi, serta bantuan penyusunan sistem data desa yang terstandarisasi.
Kini, harapan itu mulai dirajut. Dari angka-angka yang dikumpulkan dengan cermat, Pemkab Sumenep tengah menyusun masa depan—bukan sekadar membangun desa, tetapi memastikan setiap langkah pembangunan benar-benar berpihak pada rakyat.
Penulis : Dy
Editor : Mashudi
Sumber Berita: Setarainfo









