SUMENEP, SetaraInfo– Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, secara resmi meluncurkan logo identitas perayaan Hari Jadi yang ke‑758, dengan rentang sejarah ditandai 1269 – 2027 dan tema lengkap “Songennep Sodek Panjuga” di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Sabtu (20/06/2026) malam
Acara yang diselengarakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep tersebut berlangsung khidmat dan meriah, Prosesi ini sekaligus menandai dimulainya seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep untuk tahun 2027 mendatang mampu menjadi simbol semangat baru dalam mendorong sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pengembangan UMKM di Kabupaten Sumenep.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa logo Hari Jadi ke‑758 ini bukan sekadar karya seni visual biasa, melainkan wujud penerjemahan nilai budaya, sejarah, dan cita‑cita pembangunan daerah ke dalam satu kesatuan bentuk yang utuh.
Logo ini lahir dari proses panjang sayembara dan seleksi ketat, dengan tujuan utama agar setiap elemen yang terlihat dapat bercerita tentang siapa kita sebagai masyarakat Sumenep.
“Angka 758 yang menyatu dengan gerakan tarian melambangkan sejarah yang terus berjalan dinamis, tidak berhenti di masa lalu namun tetap berpegangan kuat pada akar budaya. Motif ukiran yang diambil dari kekayaan arsitektur Keraton sengaja disisipkan untuk mengingatkan bahwa kita berdiri di atas warisan leluhur yang agung,” jelas Faruk Hanafi saat memberikan sambutanya.
Launching Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-758 ini adalah momentum strategis. Kami bergerak memperkuat promosi pariwisata dan memperkenalkan warisan budaya luhur Sumenep kepada masyarakat Indonesia secara lebih luas,” ujar Faruk Hanafi.
Sementara Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam sambutanya mengatakan bahwa logo tersebut dirancang untuk menggambarkan hubungan antara nilai-nilai warisan masa lalu dengan semangat pembangunan yang terus berkembang.
“Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ini bukan sekadar simbol atau gambar, melainkan cerminan dari perjalanan sejarah, kekayaan budaya, dan optimisme masyarakat dalam melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Bupati Fauzi saat peluncuran logo.
Berbagai unsur yang ditampilkan dalam logo memiliki makna tersendiri. Beberapa elemen budaya seperti Tari Sintong, keris, dan batik dihadirkan sebagai simbol identitas daerah yang selama ini melekat kuat pada Kabupaten Sumenep, khususnya sebagai Kota Keris yang dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional.
Pemerintah daerah berharap, perpaduan simbol tradisi dan industri ini dapat dikanalisasi menjadi energi kolektif untuk mendorong kemandirian wilayah.
“Kami melalui logo ini, ingin menghadirkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” lanjut Fauzi.
Di balik peluncuran logo yang sarat makna filosofis, tantangan nyata Kabupaten Sumenep ke depan adalah bagaimana menerjemahkan simbol-simbol kebersamaan tersebut ke dalam kebijakan publik yang inklusif.
Penulis : Dy
Editor : Mashudi
Sumber Berita: Setarainfo









